Tampilkan postingan dengan label Info Razia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Razia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

KADISHUB Kita Tindak Ojek Online Dengan Undang Undang Laluintas

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansah menegaskan akan terus menindak Gojek atau ojek online lainnya yang melanggar peraturan Lalulintas seperti berhenti atau menunggu Pelanggan disembarangan Tempat.
Meski belum ada landasan hukum yang membahas masalah ojek online Andri mengatakan penindakan tetap bisa dilakukan dengan menggunakan Undang-Undang (UU) lalu lintas.

"Sangsinya kita tilang sesuai UU lalu lintas, mereka kan melanggar lalu lintas kalau berhenti sembarangan Tempat.
Kita kan kerjasama dengan kepolisian Repubik Indonesia" kata Andri, ketika dihubungi, Kamis (9/10).
Menurut Andri, pihaknya telah membentuk (SATGAS)Satuan Tugas yang anggotanya terdiri dari Pihak kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja, dan anggota Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Satgas ini bertugas melakukan penindakan kepada pengendara Gojek yang melanggar aturan Laluintas "Namanya Satgas Tatib. Jumlahnya 100, anggotanya 25 dari Dirlantas, 25 Satpol PP, dan 50 Dishub.
Mereka setiap hari keliling untuk menindak terus ojek online yang melanggar laluintas," ujarnya.
Dari hasil operasi Satgas Tatib tersebut, Andri mengklaim sudah ada ribuan pengendara Gojek dan pengendara ojek online lainnya yang ditindak. "Banyak, ribuan. Udah 2000-an lebih lah," ujar Andri
Andri mengaku sudah bertemu dengan pemilik Gojek, Nadiem Makarim. (Ceo Gojek)
Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara dirinya dengan Nadiem soal penindakan pengendara Gojek. "Udah kita kasih teguran. Mereka janji dan sepakat akan menertibkan anggota-anggotanya," kata Andri.
Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya, Ipung Purnomo mengatakan penindakan Gojek atau ojek online yang berhenti atau mangkal sembarangan dapat ditindak sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 287 mengenai rambu-rambu lalu lintas. "Jadi semua kendaraan bermotor yang berhenti sembarangan seperti di trotoar, letter S, Dan menggunakan(memegang)Hp saat Berkendaraan,itu bisa kita tindak" kata Ipung.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan agar menindak tegas pengendara Gojek yang melanggar aturan. Dia menyatakan tidak segan memberikan kartu kuning (peringatan) kepada perusahaan pemilik Gojek.

Minggu, 25 Oktober 2015

Oprasi Zebra Menjaring 5622 Pelanggaran

Jakarta - Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sutimin mengatakan pelaksanaan hari pertama Operasi Zebra Jaya 2015 berhasil menjaring ribuan pelanggar lalu lintas. Hingga petang, Kamis, 22 Oktober 2015, sebanyak 5.622 kendaraan terjaring dalam operasi tersebut. "Pelanggaran didominasi sepeda motor dan mikrolet," katanya ketika dihubungi, Kamis, 22 Oktober 2015. 
Kepolisian juga menyita 2.289 surat izin mengemudi, 3.278 surat tanda nomor kendaraan, 50 unit kendaraan roda dua, dan 5 unit kendaraan roda empat.
Berdasarkan jenis kendaraannya, pelanggaran terbesar dilakukan kendaraan roda dua dengan jumlah pelanggaran 3.725, juga tercatat 630 unit kendaraan umum mikrolet, 541 unit kendaraan pribadi, 287 unit taksi, 213 kendaraan barang, 127 unit bus, dan 99 unit kendaraan umum Metro Mini.
Dari tangkapan tersebut, pelanggaran tertinggi berupa pelanggaran rambu lalu lintas sebanyak 3.978, tidak membawa kelengkapan surat 510, tidak mengenakan helm 421, tidak menghidupkan lampu utama kendaraan 214, kendaraan dengan muatan berlebih 107, tanda nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai 95, tidak menggunakan sabuk keselamatan 71, serta berkendara sambil bermain ponsel 32.
Dalam Operasi Zebra Jaya hari ini juga tercatat 8 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan jumlah korban 8 orang. "Tiga orang luka berat dan lima lainnya luka ringan." Diprediksi kejadian kecelakaan yang terjadi pada hari ini mengakibatkan kerugian materi sebesar Rp 11,1 juta.
Timin menjelaskan, Dalam Operasi Zebra 2015 ini, kepolisiaan memfokuskan penindakan atas 2 jenis pelanggaran, yaitu melawan arus dan kendaraan umum yangngetem sembarangan. Namun pelanggaran atas lalu lintas lainnya juga tetap dijadikan target pelaksanaan operasi.
Operasi yang akan berjalan selama 14 hari sejak 22 Oktober 2015 hingga 4 November 2015 ini akan melibatkan 2.199 personel gabungan kepolisian dan TNI. Polda Metro Jaya menurunkan sekitar 900 personel, sedangkan sisanya merupakan unsur gabungan dari kepolisian sektor, kepolisian resor, TNI, dinas perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Beberapa titik yang disasar dalam penertiban ini antara lain kawasan Lenteng Agung, Kalibata, dan Tebet di Jakarta Selatan. "Saya harus koordinasikan dulu ke anggota titik-titik di wilayah lainnya, soalnya saya belum menguasai seluruh wilayah," kata mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan itu.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Mahasiswi Cantik itu Memang Rider Gojek

Jakarta- Di dunia maya sedang heboh pengemudi Gojek yang ramai menjadi perbincangan. Pasalnya, pengojek yang diketahui bernama Eugenie Patricia mempunyai paras cantik. Bahkan kecantikan si 'tukang ojek' cantik itu sampai dibuatkan meme yang beredar di Path, Twitter dan Facebook.
Dari informasi yang dihimpun dari akun Instagram dan Twitter miliknya yang beralamat @eugeniepatricia, wanita ini adalah seorang pengusaha puding terkenal di Jakarta dan katanya masih tercatat sebagai mahasiswi.
Benarkah Patricia Eugene adalah pengemudi Gojek?
"Saya sudah cek, memang dia driver Gojek.
Dalam catatan kami, ada ratusan pengemudi ojek wanita yang bergabung dengan Gojek, bahkan tak sedikit yang merupakan single parent," kata CEO dan Co-Founder Gojek, Nadiem Makarim, Kamis (6/8).
Nadiem yang tampak sedikit tak percaya awalnya memang pada akhirnya salut kepada wanita dan bergabung dengan Gojek sebagai driver. Dia menyangkal bahwa Eugine Patricia merupakan brand ambassador dari Gojek.
Pria lulusan Harvard of University mengatakan bahwa Gojek tak mempunyai orang khusus yang ditunjuk sebagai brand ambassador Gojek, bagi dia customer-nya adalah duta Gojek.
"Justru Gojek lebih sedikt berpromosi, ketimbang dari customer itu sendiri. Promosi yang macam-macam itu sangat membantu, tapi promosi dari mulut ke mulut," tambahnya.
Namun saat dihubungi di kesempatan terpisah, Eugenie Patricia membantah pernyataan Nadiem. Ia menegaskan dirinya bukan pengemudi Gojek dan saat ini berwirausaha di bidang kuliner.
Sementara itu menurut pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, bahwa kehadiran Gojek sudah sangat tepat, dan kini menjadi persoalan besar yang menjadi pekerjaan rumah datang dari pemerintah pusat.
Joga mengatakan,"Bahwa saat ini perlu ada transportasi yang terintgritas seperti MRT, Busway, LRT dan lainnya. Dan Gojek ini datang sebagai pengumpang ke transportasi massal tersebut."
Gojek yang dikenal sebagai ada ride-sharing, seharusnya juga diperkenalkanback-sharing. Bila Gojek menjadi solusi untuk perjalanan 30 menit, maka back-sharing masuk dari perjalanan 15 menit.
"Pada akhirnya menguntungkan semua pihak. Ini solusi untuk anak muda, bisa menyebar ke luar kota. Di luar Jawa, seperti Medan dan Makassar pasti mulai meniru kemacetannya. kalau tidak diatur transisinya tanpa harus terganggu," tandas Joga.

Selasa, 20 Oktober 2015

Info Oprasi Zebra 2015 Pertanggal 22/10/2015

Selamat siang rekan2 Field. Info kepolisian terkait Operasi Zebra 2015 mohon dicermati dan disosialisasikan ke lapangan.
......
Operasi Kepolisian Zebra Jaya 2015 akan di laksanakan selama 14 hari terhitung mulai tgl 22 Oct s/d 04 Nov 2015 yg mengedepankan upaya Gakkum Lantas;
A. Sasaran Ops:
Pelanggaran Angkutan Umum;  Pelanggaran Melawan Arus & Semua pelanggaran berpotensi kemacetan & Laka Lantas.

B. Pola Pelaks Ops:
5% Sosialisai (Pre-emptif); 95% Penindakan dgn tilang (Gakkum).

C. Apel Gelar Pasukan akan dilaks pd hari Kamis 22 oct"15, jam 07.00 di di di Mapolda metro jaya dan seluruh Mapolresta jajaran Polda Metro Jaya

D. Sosialisasi melalui spanduk & sosmed mulai dilaks tgl 20 oct"15, utk itu mohon bantuannya agar dpt turut men-sosialisasikan kpd jajaran & lingkungannya masing2;

E. Kpd para pengguna lalu lintas jalan dihimbau agar melengkapi kendaraannya berikut SIM, STNK & TNKB serta mematuhi peraturan lalu lintas.

Harap maklum & trmkasih atas kerjasamanya.
Dirlantas PMJ.
Penangging Jawab Informasi:Spv & Field

Senin, 19 Oktober 2015

info razia

Dear All Para Pengendara,.
Di bulan Oktober ini Akan dilaksanakan razia gabungan dari Polda Metro,Pomdam Jaya,Dishub DKI di jln utk16 sd 23 October 2015 pagi jam 08.00 s/d 11.00 utk itu diharapkan selalu membawa kelengkapan surat2 Kendaraan dan yg perlu diwaspadai ada razia di DKI dan Depok
jaksel ;
1.Lenteng Agung depan taman dan IISIP
2.Raya Tanjung Barat belakang Koramil 03 Ps.Minggu
3.Pondok Pinang keb.lama
4.Depan Gandaria City
5.Mampang dkt Patung Kuda
6.Ranco
Jaktim ;
1.Gongseng Cijantung
2.Depan Rs.Ps Rebo
3.Ps Induk Krmt Jati
4.Otista
5.Jembatan x malang
6.Indomilk Raya Bogor
7.TMII
Jakbar ;
1.Daan Mogot
2.Petamburan
3.Jembatan 5
4.Roxy
Jakut ;
1.Kelapa Gading
2.Rawamangun
3.Klender
Jakpus ;
1.Cempaka Putih
2.Kramat Raya
3.Depan Atrium
4.Bungur Raya
Depok ;
1.Margonda dkt Polres dan Pondok City
2.Sawangan
3.GDC Kota Kembang
4.Cimanggis dkt Cinangka
5.Kelapa 2 dkt Pal
Semoga bermanfaat buat rekan2  terutama yg surat2 Kendaraan SIM,STNK blm lengkap atau blm diperpanjang dan juga pakai selalu helm dan nyalakan lampu bila pergi. (NB: just sharing information)